Sunday, July 1, 2012

VIRION HOUSE


Rumah impian bagi setiap orang umumnya harus memiliki kemewahan yang berkelas dunia, dengan segala kecanggihan teknologi yang begitu modern pada saat ini. Namun,pada sesi “Dream House” kali ini yang menjadi patokan  penting dalam mendesain bukanlah  kemewahan serta kecanggihan teknologi yang akan ditampilkan dari bangunan tersebut,tetapi “FORM”.Check these out!!!

VIRION HOUSE 



Kata “virion”merupakan bahasa latin dari kata virus. Virion dijadikan sebagai nama bagi bangunan ini karena ide bentukan awalnya merupakan hasil metafora dari golongan   virus yang dikenal dengan nama “virus T”.

Bentuk virus T yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi saya untuk mengembangkannya menjadi  konsep ide awal dalam proyek dream house ini .Tetapi,tidak seluruhnya bagian virus yang berperan dalam proses pembentukan,karena mengalami modifikasi. Tail fiber pada virus ini dijadikan sebagai kaki bangunan yang akan menopang seluruh beban bangunan ,end plate dijadikan sebagai landasan tempat bangunan diletakkan,head dijadikan sebagai bangunan utamanya.  

Tail fiber atau lebih dikenal dengan serabut ekor pada virus T berfungsi sebagai kaki atau penahan bagi virus pada saat hendak menginfeksi inang nya. Sama halnya pada bangunan ini,Tail fiber difungsikan sebagai kaki bangunan yang mampu menahan seluruh beban bangunan mulai dari atap hingga lantai dasar bangunan yang berada tepat diatas end plate sebagai pemerata beban.

End plate yang dijadikan sebagai landasan dasar peletakan bangunan ini berbentuk segilima.Pada setiap sudut dari segilima ini mendapatkan penahan beban,baik berupa kolom penyangga baja,maupun tangga yang terdapat pada area depan bangunan ini. 

Head atau kepala merupakan bagian terpenting, karena head merupakan tempat berlangsungnya seluruh proses yang terjadi pada virus,dan juga daerah yang memilki DNA yang berfungsi sebagai penentu sifat  virus.
 
            Pada virion house, bagian kepala (head) dijadikan sebagai bangunan utama atau hunian yang akan dimodifikasi bentuknya seunik mungkin,namun tetap menunjukkan ciri khas virus T yang dimilikinya. Penyusun utama dari bangunan ini adalah “segitiga”. Segitiga merupakan bentuk yang sangat stabil dalam menerima beban jika tekanannya berada tepat disimpulnya. Seperti halnya pada virion, elemen –elemen segitiga yangdigunakan sebagai pembentuk dinding bangunan ini, tiap sudutnya dipertemukan pada sudut-sudut segita peyusun lainnya. Dengan menggunakan elemen segitiga sebagai penyusun utama pada virion,semakin menunjukkan karakter nya yang keras dan bersudut


INTERIOR
Virion House terdiri dari 3 lantai. Luas bangunan ini hanya berkisar ±40 m2,dengan ketinggain bangunan ±10 m2.  Lantai 1 hanya terdiri dari 1 ruangan dan ruangan itu merupakan ruang public yaitu ruang tamu. Pada daerah bawah tangga menuju lantai 2,terdapat tanaman hidroponik seperti teratai yang terdapat pada kolam yang berukuran ± 4 m2. Ukuran bentang anak tangga ±1 m2. Tanaman ini difungsikan untuk menghasilkan O2  serta dapat menetralisir suhu ruangan. Udara segar  ini dapat dinikmati  juga sampai lantai 2. Anak tangga pada lantai 1 menuju lantai 2 tidak dirapatkan pada sisi dinding sehingga  udara bersih dari tanaman hidroponik ini dapat mengalir ke  lantai 2. 


Penetralisir suhu ruangan,
dengan menghasilkan O2


Lantai 2 merupakan daerah semi public,pada lantai 2 terdapat ruang makan,dapur,kamar mandi serta ruang ibadah. Kamar mandi berukuran ± 3 m2,daerah ruang makan dan dapur  merupakan daerah terbuka berukuran  ±10 m2,dan ruang ibadah ±6 m2. Pada lantai 2 terdapat tangga menuju lantai 3  dengan ukuran yang sama pada  tangga yang terdapat  pada lantai sebelumnya.
Lantai 3 merupakan daerah private,pada lantai 3 hanya terdapat 1 runagan yaitu kamar tidur. Tidak ada pintu  atau dinding pemisah untuk menuju kamar tidur. Plafon pada lantai 3 didesain khusus  sesuai kebutuhan ruangan,karena lantai 3 merupakan lantai teratas maka untuk dapat menjaga keseimbangan suhu di ruangan ini, vegetasi rambat digunakan untuk dapat menyerap panas. Plafon pada ruangan ini tidak sepenuhnya menutupi ruangan, sebagian dibiarkan terbuka sehingga kita dapat menikmati view of te sky dari dalam ruangan, karena atap pada bangunan ini seluruhnya di lapisi oleh kaca. Bentuk atap yang bergerigi di fungsikan untuk memantulkan cahaya matahari agar dapat meminimalkan daerah yang menerima cahaya tersebut .


Gunung berapi  kedua tertinggi di Indonesia,3726 m dpl
Rencana tapak Virion House berada didaerah pegunungan yaitu Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

  
Gunung Rinjani merupakan surganya para pendaki gunung,keindahan alamnya yang luarbiasa serta flora dan faunanya yang masih terjaga kelestariannya menjadi alasan terpenting dalam menentukan lokasi untuk Virion House ini.
 
 Dengan lokasi yang begitu strategis tersebut, tak heran jika rumah ini dihuni oleh pasangan suami istri yang memiliki hobi  yang sama yaitu sebagai pendaki gunung. Ini merupakan “dream house” bagi mereka dengan memiliki tempat tinggal di daerah pegunungan  serta bentuk rumah yang ekstrim,kuat,dan tajam. Kesimpulannya, kesenangan yang kita miliki dapat kita wujudkan dalam bentuk apapun,selama itu bernilai positif maka akan memberikan pengaruh yang positif.



 MAKET




  
By : Astri Ningsih 110406019

No comments:

Post a Comment

AdSense