By : B.P.
Rikardo Nababan
Z-house berawal dari sebuah permainan Tetris yang diadopsi menjadi sebuah
bentuk rumah tinggal impian. Bukan sekedar simbolisme yang digarap dari bentuk
ini, melainkan juga idealisme, keselarasan, kepaduan dan tatanan yang menjadi
cikal bakal konsep ini.
Z-house terdiri dari 2 lantai dan bahan / materialnya berbeda. Untuk lantai
1 yang difungsikan sebagai R.Tamu, R.Keluarga, R.Makan, Dapur, WC/KM
bermaterialkan Beton (Batu bata). Sedangkan ruangan lainya baik di lantai 1 dan
2 bermaterialkan Kayu kualitas super. Diatas bangunan yang bermaterialkan beton
merupakan sebuah taman untuk santai dan bisa juga untuk dry zone. Taman
tersebut juga berfungsi untuk mengurangi panas pada tubuh bangunan karena akan
di filter oleh tanaman-tanaman yang ada.
Z-house direncanakan di bangun di daerah bukan kota besar, karena melihat
iklim dan cuaca juga. Rumah ini bersifat sustainable, karena akan menyatu
dengan alam. Sistem sirkulasi dan penzoningan ruang-ruang juga sudah
direncanakan sedemikian rupa.
Rumah tinggal impian ini rencananya di bangun di dekat sebuah sungai, karena
aliran sungai itu merupakan suatu terapi yang memberi kenyamanan pada
penikmatnya. Selain sungai, Z-house direncanakan di kelilingi oleh beragam
pepohonan supaya semakin mendukung kenyamanan manusia yang tinggal di dalamnya.
Perubahan pola pikir manusia saat ini yang sudah terlanjur menikmati
cara-cara hidup instan, mewah, mudah tanpa memikirkan kondisi lingkungan.
Contohnya banyak orang yang memilih bangunan minimalis, lux, tetapi tidak
sinkron dengan kondisi lingkungannya. Maka dengan itu, perencanaan ini memberi
contoh kepada khalayak lain bahwa bangunan menyatu dengan alam akan memberi
kenyamanan plus bagi semua makhluk di bumi. Thx
Foto Maket :








No comments:
Post a Comment