1.
Konsep
“FLOATING BED” adalah sebuah rumah yang
didesain berbentuk tempat tidur. Ide untuk membuat rumah berbentuk tempat tidur
muncul dari fungsi rumah itu sendiri yaitu tempat beristirahat. Rumah menjadi
tempat tinggal dan tempat beristirahat yang paling nyaman bagi semua orang.
Kata istirahat ini juga identik dengan tempat tidur. Oleh karena itu, saya
mendesain rumah berbentuk tempat tidur.
Mengapa
rumah ini diberi nama “FLOATING BED”? “FLOATING
BED” diambil dari istilah Bahasa Inggris yang memiliki arti “tempat tidur yang
merngapung”. Kata bed (tempat tidur) sesuai dengan bentuk rumah itu sendiri.
Sedangkan kata floating (mengapung) dipakai sebab rumah yang berbentuk tempat
tidur ini dirancang dan dibangun diatas dan diantara dua batu karang pantai.
Tepat dibawah rumah tesebut adalah bentangan pantai yang sangat luas.
2.
Proses
Pembentukan
3.
Material
Dinding luar rumah ini
menggunakan material batu bata tetapi dipasang wallpaper kayu. Rumah ini tidak
cocok menggunakan material kayu sebab rumah ini berada di pantai yang akan
sering terkena air. Akibatnya rumah akan menjadi mudah lapuk. Akhirnya rumah
ini menggunakan material batu bata namun dipasang wallpaper kayu. Kemudian di
bagian depan dan samping rumah ini dipasang kaca jendela untuk memaksimalkan
pencahayaan ke dalam rumah.
Dibagian depan dipasang
sebuah jembatan sebagai akses dari batu karang pantai ke entrance (pintu masuk)
rumah. Pintu tersebut terbuat dari kayu. Sebagian rumah menggunakan material
kayu sebab pemilik rumah sangat suka dengan material kayu.
Kemudian di sebelah
kiri rumah, ada sebuah tangga akses menuju pantai. Sehingga pemilik rumah dapat
berenang di pantai itu. Di bagian atas itu terdapat sebuah roof garden yang
sangat baik bagi pengudaraan rumah tersebut.
4.
Denah
Pada lantai 1, hanya
terdapat sebuah roof garden, kolam renang, dan pintu entrance. Untuk memasuki
ruang tamu, kita harus menuruni tangga menuju lantai 2. Ada beberapa ruang di
dalam ruang ini, yaitu ruang tamu, dapur, ruang makan, ruang keluarga, kamar
mandi, ruang kerja, perpustakaan, kamar tidur dan ruang nonton (home theatre). Setelah menuruni tangga kita akan melihat
sebuah air mancur. Air mancur ini berfungsi sebagai penyejuk dan sekaligus
memberikan suasana tenang. Ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan
menghadap air mancur ini.
Sebuah home theatre
dirancang didalam rumah ini, sebab pemilik rumah yang hobi dengan menonton.
Home theatre ini dilengkapi dengan sofa yang nyaman untuk diduduki sehingga
pemilik rumah merasa betah untuk melakukan hobinya tersebut. Home theatre itu
hanya dapat diakses melalui kamar tidur pemilik rumah. Selain itu, kamar tidur
ini juga memiliki ciri khusus yaitu memiliki akses menuju kamar mandi melalui
pintu lemari.
Di bagian kiri, kanan,
depan dan belakang rruang rumah ini merupakan sebuah taman. Setiap ruang
memiliki jendela untuk melihat taman tersebut sekaligus sebagai media masuknya
cahaya ke ruang tersebut. Di bagian belakang terdiri dari sebuah pintu dorong
yang sangat luas untuk dapat mengakses taman tersebut.
MAKET
SKETSA
Biodata
Nama : Heriyani Tanoto
Nickname : Hera
TTL : Medan, 13 Juni 1993
Alamat : Jln. Ir. H. Juanda Baru No. 27 Medan
HP : 081376125256
Motto : creative is being succesful
Star : Gemini
Hobi : nonton, tidur, design, berenang
Mikes : cappucino, watermelon juice
e-mail : heriyani130624@gmail.com
Agama : Buddha
Ambition : menjadi designer yang profesional baik dalam bidang arsitektur dan grafik design







No comments:
Post a Comment