Sesuai dengan dasar pemikiran tugas ini, “The Dream House”.
Bagaimana sebuah rumah bisa menjadi
sebuah rumah yang diimpikan dan diinginkan? Bagaimana sebuah rumah tidak hanya
menjadi tempat untuk bermalam bagi pemiliknya? Bagaimana sebuah rumah dapat
memberikan sensasi khusus bagi pemiliknya? Rumah tersebut harus memiliki
“Spirit” di dalamnya.
Awalnya pemikiran dream house ini didapat dari bentuk sebuah
“jempol”. Sebuah bentuk yang memiliki arti yang saya suka. Happy, Spirit, “Great
Job”, dan Winner! Semua arti itu dapat dirangkum menjadi 1 kata, “Champion”. Sehingga
saya memberinya nama “The Champion House”.
Kemudian saya berpikir untuk membentuknya menjadi sebuah
bangunan yang memiliki garis-garis lurus tegas dengan tidak mengurangi kesan
“jempol” tadi. Dan untuk mempertegas kata “champion”, saya menambahkan bentuk
“1” di samping bentuk jempol.
Tanah rumput yang luas dan memiliki banyak tumbuh-tumbuhan
menjadi tempat yang paling cocok untuk The Champion House tadi. Untuk
memberikan sensasi bebas, luas, dan nyaman.
Saya memilih untuk memberikan kaca-kaca besar di bagian
jari-jari tangan untuk menciptakan kesan “mengalir” pada ruangan-ruangan yang
saya rasa perlu untuk mendapatkan pemandangan bebas melalui kaca. Ruangan
mengalir ini dimaksudkan untuk memberikan kesan hidup dan aktif sehingga tanpa
orang masuk ke dalam pun, orang sudah dapat mengetahui alur cerita dari rumah
ini.
Ruangan-ruangan yang saya pilih untuk diletakkan pada
jari-jari tangan adalah ruang keluarga, ruang kerja, dan studio gambar. Ketiga
ruangan tersebut menjadi lebih terang dan nyaman dengan adanya pemandangan luas
melalui kaca di sekelilingnya.
Entrance dan tempat parkir saya letakkan di dua ujung yang
berbeda agar orang yang akan masuk ke dalam rumah dapat melihat pemandangan
vegetasi pada halaman dan alur bentuk dari bangunan utama.
Dream house ini
dirancang khusus untuk sesuai dengan namanya “The Champion House”.
Ruangan-ruangan yang penuh dengan pengeksplorasian bakat-bakat seni serta
ketekunan dalam belajar. Karena fungsi dari rumah ini tidak hanya sebagai
tempat untuk bersantai dan beristirahat menghabiskan malam namun juga menjadi
sarana untuk berkarya. Ruangan-ruangan yang tersedia adalah ruang belajar,
perpustakaan, studio gambar, dan studio music.
MAKET
BIODATA
Nama : Ira Fransisca 110406046
TTL : Jakarta, 26
Juni 1994
Hobby : Membaca,
mendengar music,
menggambar, dll
“Imajinasi Lebih Penting dari Sekedar Ilmu
Pengetahuan”









No comments:
Post a Comment