Dalam tugas
besar kali ini Pak Rudolf memberikan kami sebuah proyek dengan bertemakan
“Dream House”. Sesuai tema, perancang diminta untuk merancang sebuah rumah
impian. Mungkin sebagian orang bisa dengan mudahnya berkhayal, namun sulit
untuk mewujudkannya. Itulah yang saya rasakan. Apa yang harus saya lakukan ?
karena hal tersulit bagi seorang perancang adalah memikirkan ide yang tidak
lazim/biasa.
Mungkin
dengan mendengar kata “Dream House” orang akan berfikir bahwa kata tersebut
merupakan sebuah rumah impian yang diinginkan perancang untuk tempat tinggalnya
di masa depan. Saya juga berfikir demikian. Saya sudah memikirkan rancangan
yang akan saya buat. Namun, ketika saya asistensi dengan Pak Rudolf rancangan
saya diklaim salah. Ternyata dalam tugas ini perancang diminta bukan hanya
merancang sebuah rumah impian, tetapi juga harus ada unsur “Crazy Idea”
Akhirnya,
saya harus mencari tahu apa yang akan saya buat. Begitu banyak ide gila yang
sudah diambil sama teman saya seperti “Ship House(Rumah Kapal)”,”Needlework
House(Rumah layaknya mesin jahit)”, dan masih banyak lagi.
Saya sempat
bingung memikirkan hal tsb. Saya mulai berfikir hal-hal aneh, berfikir apa yang
saya sukai yaitu fashion/style. Saya suka memakai sepatu tinggi seperti boot
dan akhirnya saya menentukan untuk membuat”Boot House”.
Sepatu Boot
sendiri biasanya digunakan untuk bekerja (spt. bertani, berkuli dll). Namun,
saya lebih memilih sepatu boot yang digunakan oleh para remaja sebagai sepatu
fashion dimana saya menggunakan sepatu yang sama dalam kehidupannya.
Dengan
gagasan yang gila, saya akan mencoba untuk mewujudkan bentuk sepatu boot
tersebut menjadi sebuah bangunan yang dapat dihuni. Dikatakan gila karena
bentuknya yang begitu sulit untuk dibentuk.
Namun, apa
yang akan terjadi jika gagasan tersebut sepenuhnya terwujud ?
Bagaimana tata letak
ruangnya yang harus disesuaikan dengan bentuknya ?
MAKET
By : Nugraha Marsian Putra



No comments:
Post a Comment