Seorang arsitek dikenal sebagai orang
yang mendesain hunian. Dan itu lah kenyataannya, seorang arsitek hadir di
tengah-tengah masyarakat untuk mendesain, namun bukan hanya pada hunian tapi
juga hal-hal lainnya, termasuk jalan, dan sarana-sarana lainnya. Tentunya juga
bukan sekedar mendesain dan menggambar untuk menciptakan bentuk dan susunan
yang enak dipandang, seorang arsitek juga dituntut untuk mendesain sesuatu
secara fungsional, termasuk kenyamanan dan penggunaan karyanya.
-
KONSEP
DAN PEMBENTUKAN MASSA
Rumah ini saya beri judul “The Hitting Ships” karena konsep awal
pembentukan massa-nya adalah dari trapesium yang berbentuk seperti kapal, namun
dikombinasikan dan digabungkan sehingga trapesium-trapesium tersebut saling
menyatu, membentuk tegak lurus dan menjadi seolah-seolah kapal-kapal
(trapesium) tersebut saling menghantam dan tembus pada satu sisi dari kapal
(trapesium) yang lain.
-
DENAH
DAN ZONING
Pada rumah berukuran 18 x 25 meter ini,
saya menerapkan apa yang telah saya katakan sebelumnya, rumah ini tidak hanya
didesain bentuknya saja, namun juga didesain secara fungsional, sehingga
membentuk alur sirkulasi yang baik. Pada rumah ini terdapat empat kamar tidur
(satu kamar tidur utama, dua kamar tidur dan satu kamar tidur tamu), lima kamar
mandi, dua ruang duduk, satu ruang tamu, dapur, dua ruang makan (indoor dan
outdoor), garasi dengan jalan, halaman tengah dan satu kolam renang.
Di rumah ini tentunya memiliki sebuah
foyer, yang merupakan hal penting dalam menjaga privasi rumah. Sehingga rumah
terlihat lebih ‘sopan’ dan tentunya membuat jalur sirkulasi yang baik pada
rumah.
Dilihat dari denah, rumah ini
berbentuk huruf “U”, sehingga pembagian ruang berdasarkan keintiman lebih mudah
disusun.
Pembagian ruang pada rumah ini ada 3
(berdasarkan keintiman): Public, Semi-Public dan Private. Pada bagian public
itu termasuk lah satu ruang tamu dan satu ruang duduk. Pada bagian semi-public,
terdapat dapur, ruang makan, ruang duduk di belakang, satu kamar tidur tamu dan
dua buah kamar mandi.
(pic.3: zoning)
-
MATERIAL
DAN INTERIOR
Material utama bangunan ini adalah
kayu. Pada rumah ini terdapat tiga massa bangunan, dua diantaranya menggunakan
kayu, sehingga kayu lebih dominan. Sedangkan pada bangunan yang melintang,
menggunakan material batu berwarna abu-abu muda kecoklatan yang biasa disebut
warna ‘kuta’, tentunya ini juga agar rumah terlihat lebih natural, karena
bentuk dari rumah ini sudah cukup kaku karena memiliki segi-segi yang terlihat
jelas. Lantai dari rumah ini juga banyak menggunakan material kayu, dan sisanya
menggunakan karpet, untuk menghindari pantulan cahaya matahari yang berlebihan
pada rumah, karena jendela pada rumah ini berukuran sangat besar dan
transparan, ditambah lagi dinding yang cukup tinggi yaitu 3,5 meter. Pemilihan
warna dinding juga diperhatikan. Pada bagian yang terekspos cahaya matahari,
digunakan warna yang agak tua untuk menghindari over-exposure pada ruangan,
tentunya dalam satu tema warna yang sama, agar tidak terkesan terlalu ‘ramai’.
Sedangkan pada bagian yang membelakangi cahaya matahari (bagian bayangan)
menggunakan warna agak cerah, namun dengan saturasi yang tidak terlalu tinggi
agar nuansa ruangan ‘seimbang’, contohnya adalah ruang makan dan dapur,
menggunakan warna oranye dan kuning, warna yang satu tema dan menciptakan kesan
‘bersemangat’. Warna hijau digunakan pada ruang tamu untuk memberikan kesan
segar. Membuat perbedaan warna-warna pada tiap ruangan adalah cara saya untuk
membuat penghuni tidak jenuh dan mendapatkan suasana dari tiap-tiap ruangan
dengan jelas.
Di rumah ini terdapat satu halaman
tengah yang terbuka dan cukup besar. Halaman ini berperan sangat penting pada
rumah ini. Kolam renang yang terdapat pada halaman tengah ini juga menetralisir
suhu di saat cuaca panas, ditambah dengan pemandangan rumput yang hijau, sangat
enak dipandang mata. Tentunya tiga sisi dari bangunan dapat melihat taman ini.
Ruangan-ruangan yang diberi pemandangan ini adalah ruang tamu, ruang makan,
dapur, selasar, ruang duduk dan satu kamar tidur utama. Pada bagian selasar,
dinding dibuat berbahan kaca transparan untuk memberikan pemandangan ekstra,
membuat kesan luas pada ruangan sempit dan tentunya; menghemat listrik di siang
hari karena membuat ruangan terang benderang. Maka dari itu, pada selasar
dibuat warna yang cukup terang namun tidak terlalu terang dan bernuansa hijau
agar menyatu dengan pemandangan sekelilingnya.
Rumah ini memiliki dua pintu masuk.
Pintu masuk utama berukuran besar dan terbuat dari kaca. Terdapat sebuah kanopi
pada bagian ini, agar mobil dapat berhenti dibawah kanopi dan penghuni dapat
turun tanpa terkena hujan. Pintu masuk kedua terdapat pada garasi, dan
terhubung langsung dengan foyer, agar supir dapat masuk ke rumah terhindar dari
hujan.
Pada garasi, saya menggunakan
material berupa kayu-kayu yang berfunggsi sebagai kolom dan dinding, untuk
membuat suasana unik dan terbuka pada garasi.
Kanopi juga menggunakan bahan yang
sama pada penyangganya (kolom).
-
EKSTERIOR
(MAKET)
Biodata
HAFIZUL HAQUE HADIWIDJOJO
NIM: 110406127
TTL: MEDAN, 20 JULI 1993
HOBI: Menggambar & Main musik
MOTTO” Mine is mine, yours is yours.





No comments:
Post a Comment