Saturday, June 23, 2012

THE HITTING SHIPS



Seorang arsitek dikenal sebagai orang yang mendesain hunian. Dan itu lah kenyataannya, seorang arsitek hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mendesain, namun bukan hanya pada hunian tapi juga hal-hal lainnya, termasuk jalan, dan sarana-sarana lainnya. Tentunya juga bukan sekedar mendesain dan menggambar untuk menciptakan bentuk dan susunan yang enak dipandang, seorang arsitek juga dituntut untuk mendesain sesuatu secara fungsional, termasuk kenyamanan dan penggunaan karyanya.
-          KONSEP DAN PEMBENTUKAN MASSA
Rumah ini saya beri judul “The Hitting Ships” karena konsep awal pembentukan massa-nya adalah dari trapesium yang berbentuk seperti kapal, namun dikombinasikan dan digabungkan sehingga trapesium-trapesium tersebut saling menyatu, membentuk tegak lurus dan menjadi seolah-seolah kapal-kapal (trapesium) tersebut saling menghantam dan tembus pada satu sisi dari kapal (trapesium) yang lain.





-          DENAH DAN ZONING
Pada rumah berukuran 18 x 25 meter ini, saya menerapkan apa yang telah saya katakan sebelumnya, rumah ini tidak hanya didesain bentuknya saja, namun juga didesain secara fungsional, sehingga membentuk alur sirkulasi yang baik. Pada rumah ini terdapat empat kamar tidur (satu kamar tidur utama, dua kamar tidur dan satu kamar tidur tamu), lima kamar mandi, dua ruang duduk, satu ruang tamu, dapur, dua ruang makan (indoor dan outdoor), garasi dengan jalan, halaman tengah dan satu kolam renang.
Di rumah ini tentunya memiliki sebuah foyer, yang merupakan hal penting dalam menjaga privasi rumah. Sehingga rumah terlihat lebih ‘sopan’ dan tentunya membuat jalur sirkulasi yang baik pada rumah.
Dilihat dari denah, rumah ini berbentuk huruf “U”, sehingga pembagian ruang berdasarkan keintiman lebih mudah disusun.






Pembagian ruang pada rumah ini ada 3 (berdasarkan keintiman): Public, Semi-Public dan Private. Pada bagian public itu termasuk lah satu ruang tamu dan satu ruang duduk. Pada bagian semi-public, terdapat dapur, ruang makan, ruang duduk di belakang, satu kamar tidur tamu dan dua buah kamar mandi.
(pic.3: zoning)

-          MATERIAL DAN INTERIOR
Material utama bangunan ini adalah kayu. Pada rumah ini terdapat tiga massa bangunan, dua diantaranya menggunakan kayu, sehingga kayu lebih dominan. Sedangkan pada bangunan yang melintang, menggunakan material batu berwarna abu-abu muda kecoklatan yang biasa disebut warna ‘kuta’, tentunya ini juga agar rumah terlihat lebih natural, karena bentuk dari rumah ini sudah cukup kaku karena memiliki segi-segi yang terlihat jelas. Lantai dari rumah ini juga banyak menggunakan material kayu, dan sisanya menggunakan karpet, untuk menghindari pantulan cahaya matahari yang berlebihan pada rumah, karena jendela pada rumah ini berukuran sangat besar dan transparan, ditambah lagi dinding yang cukup tinggi yaitu 3,5 meter. Pemilihan warna dinding juga diperhatikan. Pada bagian yang terekspos cahaya matahari, digunakan warna yang agak tua untuk menghindari over-exposure pada ruangan, tentunya dalam satu tema warna yang sama, agar tidak terkesan terlalu ‘ramai’. Sedangkan pada bagian yang membelakangi cahaya matahari (bagian bayangan) menggunakan warna agak cerah, namun dengan saturasi yang tidak terlalu tinggi agar nuansa ruangan ‘seimbang’, contohnya adalah ruang makan dan dapur, menggunakan warna oranye dan kuning, warna yang satu tema dan menciptakan kesan ‘bersemangat’. Warna hijau digunakan pada ruang tamu untuk memberikan kesan segar. Membuat perbedaan warna-warna pada tiap ruangan adalah cara saya untuk membuat penghuni tidak jenuh dan mendapatkan suasana dari tiap-tiap ruangan dengan jelas.







Di rumah ini terdapat satu halaman tengah yang terbuka dan cukup besar. Halaman ini berperan sangat penting pada rumah ini. Kolam renang yang terdapat pada halaman tengah ini juga menetralisir suhu di saat cuaca panas, ditambah dengan pemandangan rumput yang hijau, sangat enak dipandang mata. Tentunya tiga sisi dari bangunan dapat melihat taman ini. Ruangan-ruangan yang diberi pemandangan ini adalah ruang tamu, ruang makan, dapur, selasar, ruang duduk dan satu kamar tidur utama. Pada bagian selasar, dinding dibuat berbahan kaca transparan untuk memberikan pemandangan ekstra, membuat kesan luas pada ruangan sempit dan tentunya; menghemat listrik di siang hari karena membuat ruangan terang benderang. Maka dari itu, pada selasar dibuat warna yang cukup terang namun tidak terlalu terang dan bernuansa hijau agar menyatu dengan pemandangan sekelilingnya.

Rumah ini memiliki dua pintu masuk. Pintu masuk utama berukuran besar dan terbuat dari kaca. Terdapat sebuah kanopi pada bagian ini, agar mobil dapat berhenti dibawah kanopi dan penghuni dapat turun tanpa terkena hujan. Pintu masuk kedua terdapat pada garasi, dan terhubung langsung dengan foyer, agar supir dapat masuk ke rumah terhindar dari hujan.
Pada garasi, saya menggunakan material berupa kayu-kayu yang berfunggsi sebagai kolom dan dinding, untuk membuat suasana unik dan terbuka pada garasi.
Kanopi juga menggunakan bahan yang sama pada penyangganya (kolom).






-          EKSTERIOR (MAKET)









Biodata
HAFIZUL HAQUE HADIWIDJOJO
NIM: 110406127
TTL: MEDAN, 20 JULI 1993
HOBI: Menggambar & Main musik
MOTTO” Mine is mine, yours is yours.

No comments:

Post a Comment

AdSense