Sunday, June 24, 2012

RANDOM HOUSE



“???, ini apa? Rumah? Kok terlihat aneh? Sama sekali nggak seperti rumah. Kamu ngayal ya?!”
Beginilah respon yang saya dapatkan tentang maket saya ini. Setiap orang yang melihatnya kebanyakan mengerutkan kening atau mengusap dahinya. Meskipun begitu saya tidak bisa begitu saja menyalahkan mereka atas respon-jujur-meredupkan semangat juang saya tersebut, sebab memang begitulah adanya maket saya ini. Aneh.
                Saya memberi nama maket ini Random House. Pemilihan nama ini bukan karena respon diatas ataupun tanpa alasan. Disebut random karena memang rumah ini terkesan acak-acakan. Ini akan terlihat jelas jika dilihat dari atas. Anda akan melihat bentuk atap yang sama sekali tidak beraturan, meskipun tampaknya juga tidak beraturan, sebab tidak akan diketahui bagian mana yang depan atau belakang jika anda berotodidak menemukan tampaknya baik itu depan, belakang, samping kanan maupun kiri.
                Pada bangunan kebanyakan saat ini pemilihan bentuk cenderung berbentuk kubus, balok atau tabung yang notabene berasal dari bidang persegi atau persegi pajang. Sangat sulit kita lihat terdapat bangunan yang mengandung unsur segitiga seperti bangunan piramida. Bentuk ini menginspirasi saya untuk menggunakan unsur segitiga yang ada pada bangunan kuno tersebut kedalam maket yang saya buat. Maka dalam kesempatan ini saya lebih cenderung mengoptimalkan unsur segitiga yang me-rupakan bentuk bidang paling stabil sampai saat ini pada maket yang saya kerjakan. Namun jangan disalah artikan bahwa saya membuat bangunan berbentuk piramida, tepatnya maket ini didominasi oleh unsur segitiga pada lekukan dinding-dindingnya.
                Pengoptimalan bentuk segitiga pada bangunan ini mungkin memberikan visual yang terlihat dan terkesan aneh karena tonjolan yang tidak biasa seperti prisma siku-siku dan setengah limas persegi yang dipotong secara diagonal pada hampir setiap sisi dindingnya. Tetapi nuansa inilah-yang bagi saya-menghadirkan suatu bentuk yang crazy dalam transformasi ruang dan bentuk suatu bangunan.
                Seperti yang telah saya sampaikan diatas, tampak dari bangunan ini tidak mudah diprediksi dimana bagian depan, belakang, kanan atau kirinya, bahkan bagian enterencenyapun juga sulit untuk ditebak dimana ia berada. Hal ini mungkin berkaitan dengan bentuk denahnya yang sengaja dibuat terpusat ketengah atau bisa dikatakan denahnya berbentuk lingkaran tetapi tidak sejati atau tidak teratur karena tonjolan-tonjolan pada setiap sisinya tersebut, sehingga membuat setiap orang bingung untuk dapat menentukan tampak dari bangunan ini.
                Meskipun begitu, bentuk denah yang seperti ini dirancang supaya:
1.       Zona public, servic  dan private dan juga zona lainnya dapat terhubung dengan baik (aspek ruang).
2.       Komunikasi dan interaksi antara setiap individu yang bernaung dibawahnya bisa tetap terjaga (aspek sosial).
                Meskipun terpusat ketengah bukan berarti bagian tengah tersebut merupakan sebuah ruangan seperti ruang keluarga atau ruang santai.  Bagian tengah tersebut memang sepenuhnya merupakan jalur yang menjembatani atau titik temu setiap ruangan  yang ada dalam bangunan  ini. Jadi, jika diibaratkan bagian tengah ruangan yang merupakan titik temu adalah Pulau Hawaii maka ruangan-ruangan yang mengelilingi bagian tengah tersebut adalah Samudera Pasifik yang mengelilingi pulau tersebut. Sama seperti fungsi lorong pada rumah-rumah Jepang (seperti rumah Nobita atau Shincan).
                Bicara mengenai denah tidak lengkap rasanya kalau tidak menyinggung ruangan yang ada didalamnya. Singkat saja, didalam bangunan ini terdapat 1(satu) ruang tamu yang merangkap sekaligus sebagai ruang keluarga, 1(satu) kamar tidur, 1(satu) ruang kerja/ruang belajar, 1(satu) ruang makan, 1(satu) dapur dan 1(satu) kamar mandi. Jadi total semua ruangan adalah 6 ruangan. Dimana bangunan ini mengusung konsep urban house(cinta lingkungan).
                Walaupun bentuknya secara kasat mata tidak sesuai dengan konsep yang diusung, tetapi terapannya bisa dijadikan acuan dalam menjalankan konsep ini. Penggunaan bukaan atap yang lebar dan tinggi serta penerapan konsep rumah tanpa pintu bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi angin yang ada, apalagi site plan dari bangunan ini sendiri terletak di daerah sabana yang memiliki hembusan angin yang cukup tetapi dengan cuaca yang panas. Sehingga dapat dikatakan bahwa meskipun udara terasa panas tetapi pada bagian dalam ruangan akan terasa sejuk karena sirkulasi angin yang terjaga. Jadi, penggunaan AC tidak diperlukan pada rumah ini.
                Selain itu, bukaan atap yang lebar dan tinggi digunakan juga sebagai pencahayaan bagi ruangan didalamnya karena jendela atau bukaan cahaya yang ada pada  bangunan ini minim sekali. Pada bagian atas yang kosong dari tumpukan atap, dipasangi kaca lebar yang saling mengunci diantara atap-atap yang lain yang bertujuan untuk menghantarkan sinar matahari  kedalam ruangan dibawahnya. Sehingga ruangan yang redup atau mungkin gelap akan menjadi terang meskipun bukaan cahaya atau jendela yang ada sedikit sekali.

MAKET




By : Rahmat Jul Febri

No comments:

Post a Comment

AdSense