Di akhir kuliah dasar perancangan, kami mendapat tugas besar bertema “Dream House”. Pasti arti dream house yang ada dipikiran setiap
orang berbeda-beda. Maka dari itu kami diberi kebebasan dalam berimajinasi &
berkreatifitas se-WAHHH mungkin pada tugas rancangan bangunan yang akan dibuat.
Pada event ini desain yang ingin saya terapkan berkonsep “Rumah Tinggal Pemimpi”.
Klik START untuk memulai.
Konsep awal yang saya pikirkan untuk tugas ini adalah merancang bangunan
dengan form yang berkarakter “Wind”,
karna angin/udara memiliki sifat yang sangat saya sukai (untuk lebih
lengkapnya, anda bisa search
di google).
Pada rancangan pertama, karakter wind
benar-benar bekerja. Dan terbentuklah “Wind Box’s” house, namun bentuk
massa bangunannya masih terlalu biasa. Jelas saja saat
assistensi, dosen saya mengatakan: “itu terlalu menoton kotak, coba kamu lebih
kembangkan karakter wind-nya lagi”.
Klik NEXT untuk melanjutkan kembali.
Sekarang bagaimana?
Saya berpikir bagaimana cara mengembangkan karakter wind pada rancangan saya tanpa banyak mengubah rancangan awal. Untuk itu saya mencoba untuk mengotak-atik gambar rancangan saya sampai menemukan bentuk baru, dan
pada akhirnya Wind Box’s pun berganti menjadi Wind Curve (Wind Box’s
Lv.2).
Apa yang terpikirkan
selanjutnya?
Saat dalam proses untuk mendapatkan Form yang bagus. Entah kebetulan
atau apa, pada rancangan tersebut massa bangunannya lebih membentuk sebuah nama
salah seorang teman. Untuk itu, pada event kali ini saya sedikit bertolak
belakang dari konsep awal yang telah saya pikirkan. Dengan mengambil 5 abjad
spesial yang merupakan nama depan teman saya, karna bagi saya sesuatu itu akan
terlihat hebat bila memiliki arti.
Selanjutnya saya mengubah sedikit bentuk tanpa menghilangkan karakter wind dan mengembangkannya sampai pada
bentuk yang terbaik. Maka rancangan ini sangat khusus ditujukan buat seorang teman
se-Angkatan 2011 Arsitektur Universitas Sumatera Utara yang juga menjadi
inspirasi saya pada tugas ini, dia bernama Astri Ningsih. Hingga pada akhirnya wind
curve berubah nama menjadi Special Alphabet.
SKETSA-SKETSA
Berdiri di atas lahan berukuran ±400 m2, dengan luas bangunan ±200 m2. Special Alphabet memiliki
2 bangunan utama yang terpisah
dan dihubungkan oleh sky
cross
yang juga difungsikan sebagai
perpustakaan.
Program ruang:
Ruang Tamu
Ruang Keluarga
Ruang Tidur Utama +
KM/WC
Ruang Tidur Anak
Perpustakaan
Ruang Baca
Ruang Makan
Dapur
KM/WC
Di bagian atas & samping bangunan terdapat baling-baling yang
menjadi pusat tenaga listrik dengan memanfaatkan angin. Idenya…dengan teknologi modern
tercanggih yang terus berkembang,
saya berkeinginan menciptakan rumah yang dapat
terbang di udara.
“someone dream will
never end”
FOTO MAKET
Klik END untuk mengakhiri.
Klik END untuk mengakhiri.


No comments:
Post a Comment