“Harapan!” Itulah tema yang pertama kali muncul di
pikiran saya ketika mendapat tugas untuk membuat maket. Kemudian saya coba
aplikasikan ke sebuah bentuk yang dapat dilihat oleh manusia, dan saya
menemukan bentuk tersebut,yaitu : “BINTANG”. Kedua hal itu saya katakan saling
berhubungan karena kedua hal tersebut membutuhkan usaha untuk mencapainya. Pada
akhirnya, saya pun memberikan bentuk maket tersebut seperti bintang.
Seperti yang kita ketahui, ciri-ciri
bintang,yaitu : dapat memancarkan sinarnya sendiri, dan sinarnya hanya dapat
terlihat pada malam hari. Oleh karena itu, saya mendapatkan ide “ Bagaimanakah
rumah bintang yang saya rancang juga seolah–olah dapat memancarkan sinar di
tengah kegelapan.” Kemudian saya juga memikirkan “Bagaimana bentuk bintang
tersebut dapat terlihat dari depan walaupun saya rencanakan bintang tersebut
dibangun dalam posisi tidur.”
Sebelum
memikirkan kedua hal itu, saya mencari settingnya terlebih dahulu. Ketika
mengingat kegelapan, saya mendapatkan ide bahwa setting yang cocok adalah di
pinggir danau yang terletak di tengah-tengah hutan. Saya tidak meletakkannya di
perkotaan,karena pada malam hari, cahaya lampu di perkotaan akan lebih semarak,
sehingga efek sinar yang dipancarkan rumah bintang tersebut akan terlihat
biasa-biasa saja.
Saya
juga ingin ketika kita berada di dalam rumah, kita bisa melihat indahnya
pemandangan sekitar, mulai dari pemandangan langit, danau, hutan, dan bahkan
pemandangan di bawah danau. Memang aneh jika saya menginginkan pemandangan di
bawah danau,sedangkan rumah yang saya rancang saja berada di atas tanah.
Akhirnya setelah saya pikirkan, atap di bagian tengah,yaitu atap pada ruang
makan,juga difungsikan sebagai kolam ikan, sehingga ketika berada di dalam
ruang makan kita seolah-olah bisa melihat pemandangan bawah danau di atas kita.
v Bagaimana rumah bintang tersebut seolah-olah
dapat memancarkan sinar?
“Atap Kaca!” Mungkin penggunaan atap yang
terbuat dari kaca akan membantu rumah tersebut seolah-olah memancarkan sinarnya
sendiri. Cahaya lampu dari dalam rumah merupakan sumber sinar itu muncul.
Penggunaan jendela kaca mati dan banyaknya ventilasi juga membantu untuk
menunjukkan rumah itu seolah-olah bersinar.
“Atap yang terbuat dar kaca?Apakah pada
siang hari akan menyebabkan orang yang di dalam rumah merasa kepanasan dan
silau?”
“Ya,jika yang digunakan jenis kaca biasa.
Tetapi untuk atap dan jendela rumah ini, saya menggunakan kaca yang berjenis
khusus,misalnya : jenis “ Tempered-Laminated, dengan ketebalan untuk kaca atap
minimal 19 mm dan ketebalan kaca jendela minimal 5 mm. Kaca ini dapat
mengurangi intensitas cahaya yang masuk.Sehingga pada siang hari, di dalam
rumah tidak akan terasa panas dan silau. Dan untuk mengurangi panas, saya juga
meletakkan ventilasi di atas jendela agar udara dari luar dapat masuk, sehingga
dapat menjaga keseimbangan suhu di dalam rumah.
Namun atap pada ruang makan, ketebalan kaca
dibuat lebih tebal karena atap tersebut juga digunakan sebagai kolam ikan.
Ketebalan kacanya mungkin sama dengan ketebalan kaca kolam yang dipakai di
seaworld. Keberadaan kolam ini selain untuk memberikan fungsi view di dalam
ruang makan, juga dapat mengurangi intensitas cahaya yang masuk karena pada
umumnya, air bersifat menghamburkan cahaya.
Di tiap sudut sisi kolam yang paling
rendah, pada ketinggian 2 m dari dasar kolam di buat saluran kecil untuk
membuang air kolam, sehingga jika hujan turun, air kolam tidak akan meluap dan
ikan tidak akan keluar.
v Bagaimana bentuk bintang tersebut dapat
terlihat dari depan ?
Walaupun posisi bintang itu tidur, saya
tetap akan memperlihatkan bentuk bintang dari depan. “Dinding dan Atap!”
Mungkin butuh sedikit modifikasi untuk kedua hal tersebut agar bisa menampilkan
bentuk bintang dari depan. Pada dinding
rumah, saya buat dengan bentuk ¼ elips dan ketinggian yang berbeda dari dinding
depan hingga ke dinding belakang. Dinding bagian depan saya buat dengan
ketinggian yang rendah (=3,5m) dan semakin ke belakang, dinding semakin tinggi.
Sedangkan untuk atap, saya meletakkan atap tambahan di atas atap utama. Atap
tambahan ini tidak terdapat hanya di bagian tengah. Atap tersebut berbentuk
segitiga sama kaki. Atap tambahan ini juga terbuat dari kaca namun di letakkan
dalam posisi miring dengan ketinggian 11 m dari permukaan tanah dan ditopang
oleh tiang penyangga di tiap pertemuan dinding sebelah kiri, kanan, dan
belakang rumah.
Sehingga jika dilihat dari depan, atap tambahan
tersebut menampilkan suatu bentuk,yaitu bentuk bintang. Dan dengan bantuan
cahaya lampu di bawahnya. Atap tersebut seolah-olah memancarkan sinar.
Membuat 10 dinding dan lantai
dengan menggunakan kertas Tik dan kertas sol. Dinding berbentuk ¼ elips dengan
ketinggian yang berbeda yang terdiri dari 5 macam, yaitu: 3,5m, 4m, 5m,6m, dan
7m. Sedangkan lantai berbentuk bintang.
Membuat dinding bagian dalam rumah.
Memberikan gambaran kusen pada jendela,
ventilasi, dan pintu. Serta tekstur batu kali pada dinding dengan menggunakan
tinta / drawing pen.
Menyatukan seluruh dinding luar dan lantai dan
menambahkan kertas mika di atas lantai
sebagai pembatas ruangan.
Menempelkan dinding bagian dalam rumah dan
pintu.
Membuat interior lalu meletakkannya ke dalam
maket.
Membuat atap utama dengan
menggunakan kertas mika.
Membuat atap tambahan menggunakan kertas mika
dan tiang penyangganya.
Menempelkan massa bangunan pada landscape,
kemudian menambahkan miniatur lainnya,seperti : pohon,sampan,tanaman, batu,
dll.
Proses pembuatan maket “STAR
HOUSE” telah selesai.
MAKET
NAMA :
Grace Rezki Weave
NIM : 110406062
NIM : 110406062
TTL : Purwakarta, 11 Oktober 1993
Alamat : Jl. Pembangunan 120
Motto :
"Usaha yang total sama dengan kemenangan yang total"
Alamat : Jl. Pembangunan 120
Motto :
"Usaha yang total sama dengan kemenangan yang total"














No comments:
Post a Comment