Saturday, June 23, 2012

STAR HOUSE


“Harapan!” Itulah tema yang pertama kali muncul di pikiran saya ketika mendapat tugas untuk membuat maket. Kemudian saya coba aplikasikan ke sebuah bentuk yang dapat dilihat oleh manusia, dan saya menemukan bentuk tersebut,yaitu : “BINTANG”. Kedua hal itu saya katakan saling berhubungan karena kedua hal tersebut membutuhkan usaha untuk mencapainya. Pada akhirnya, saya pun memberikan bentuk maket tersebut seperti bintang.

             Seperti yang kita ketahui, ciri-ciri bintang,yaitu : dapat memancarkan sinarnya sendiri, dan sinarnya hanya dapat terlihat pada malam hari. Oleh karena itu, saya mendapatkan ide “ Bagaimanakah rumah bintang yang saya rancang juga seolah–olah dapat memancarkan sinar di tengah kegelapan.” Kemudian saya juga memikirkan “Bagaimana bentuk bintang tersebut dapat terlihat dari depan walaupun saya rencanakan bintang tersebut dibangun dalam posisi tidur.”

            Sebelum memikirkan kedua hal itu, saya mencari settingnya terlebih dahulu. Ketika mengingat kegelapan, saya mendapatkan ide bahwa setting yang cocok adalah di pinggir danau yang terletak di tengah-tengah hutan. Saya tidak meletakkannya di perkotaan,karena pada malam hari, cahaya lampu di perkotaan akan lebih semarak, sehingga efek sinar yang dipancarkan rumah bintang tersebut akan terlihat biasa-biasa saja.

            Saya juga ingin ketika kita berada di dalam rumah, kita bisa melihat indahnya pemandangan sekitar, mulai dari pemandangan langit, danau, hutan, dan bahkan pemandangan di bawah danau. Memang aneh jika saya menginginkan pemandangan di bawah danau,sedangkan rumah yang saya rancang saja berada di atas tanah. Akhirnya setelah saya pikirkan, atap di bagian tengah,yaitu atap pada ruang makan,juga difungsikan sebagai kolam ikan, sehingga ketika berada di dalam ruang makan kita seolah-olah bisa melihat pemandangan bawah danau di atas kita.

v  Bagaimana rumah bintang tersebut seolah-olah dapat memancarkan sinar?
“Atap Kaca!” Mungkin penggunaan atap yang terbuat dari kaca akan membantu rumah tersebut seolah-olah memancarkan sinarnya sendiri. Cahaya lampu dari dalam rumah merupakan sumber sinar itu muncul. Penggunaan jendela kaca mati dan banyaknya ventilasi juga membantu untuk menunjukkan rumah itu seolah-olah bersinar.
“Atap yang terbuat dar kaca?Apakah pada siang hari akan menyebabkan orang yang di dalam rumah merasa kepanasan dan silau?”
“Ya,jika yang digunakan jenis kaca biasa. Tetapi untuk atap dan jendela rumah ini, saya menggunakan kaca yang berjenis khusus,misalnya : jenis “ Tempered-Laminated, dengan ketebalan untuk kaca atap minimal 19 mm dan ketebalan kaca jendela minimal 5 mm. Kaca ini dapat mengurangi intensitas cahaya yang masuk.Sehingga pada siang hari, di dalam rumah tidak akan terasa panas dan silau. Dan untuk mengurangi panas, saya juga meletakkan ventilasi di atas jendela agar udara dari luar dapat masuk, sehingga dapat menjaga keseimbangan suhu di dalam rumah.
Namun atap pada ruang makan, ketebalan kaca dibuat lebih tebal karena atap tersebut juga digunakan sebagai kolam ikan. Ketebalan kacanya mungkin sama dengan ketebalan kaca kolam yang dipakai di seaworld. Keberadaan kolam ini selain untuk memberikan fungsi view di dalam ruang makan, juga dapat mengurangi intensitas cahaya yang masuk karena pada umumnya, air bersifat menghamburkan cahaya.
Di tiap sudut sisi kolam yang paling rendah, pada ketinggian 2 m dari dasar kolam di buat saluran kecil untuk membuang air kolam, sehingga jika hujan turun, air kolam tidak akan meluap dan ikan tidak akan keluar.

v  Bagaimana bentuk bintang tersebut dapat terlihat dari depan ?
Walaupun posisi bintang itu tidur, saya tetap akan memperlihatkan bentuk bintang dari depan. “Dinding dan Atap!” Mungkin butuh sedikit modifikasi untuk kedua hal tersebut agar bisa menampilkan bentuk bintang dari depan.  Pada dinding rumah, saya buat dengan bentuk ¼ elips dan ketinggian yang berbeda dari dinding depan hingga ke dinding belakang. Dinding bagian depan saya buat dengan ketinggian yang rendah (=3,5m) dan semakin ke belakang, dinding semakin tinggi. Sedangkan untuk atap, saya meletakkan atap tambahan di atas atap utama. Atap tambahan ini tidak terdapat hanya di bagian tengah. Atap tersebut berbentuk segitiga sama kaki. Atap tambahan ini juga terbuat dari kaca namun di letakkan dalam posisi miring dengan ketinggian 11 m dari permukaan tanah dan ditopang oleh tiang penyangga di tiap pertemuan dinding sebelah kiri, kanan, dan belakang rumah.
Sehingga jika dilihat dari depan, atap tambahan tersebut menampilkan suatu bentuk,yaitu bentuk bintang. Dan dengan bantuan cahaya lampu di bawahnya. Atap tersebut seolah-olah memancarkan sinar.

    PROSES PEMBUATAN MAKET

    Membuat 10 dinding dan lantai dengan menggunakan kertas Tik dan kertas sol. Dinding berbentuk ¼ elips dengan ketinggian yang berbeda yang terdiri dari 5 macam, yaitu: 3,5m, 4m, 5m,6m, dan 7m. Sedangkan lantai berbentuk bintang.


    Membuat dinding bagian dalam rumah.

    Memberikan gambaran kusen pada jendela, ventilasi, dan pintu. Serta tekstur batu kali pada dinding dengan menggunakan tinta / drawing pen.

    Menyatukan seluruh dinding luar dan lantai dan menambahkan kertas mika  di atas lantai sebagai pembatas ruangan.

    Menempelkan dinding bagian dalam rumah dan pintu.

       Membuat interior lalu meletakkannya ke dalam maket.

     Membuat atap utama dengan menggunakan kertas mika.

     Membuat atap tambahan menggunakan kertas mika dan tiang penyangganya. 

     Menempelkan massa bangunan pada landscape, kemudian menambahkan miniatur lainnya,seperti : pohon,sampan,tanaman, batu, dll.

    Proses pembuatan maket “STAR HOUSE” telah selesai. 


      MAKET







      NAMA                           : Grace Rezki Weave
      NIM                              :  110406062
      TTL                              : Purwakarta, 11 Oktober 1993
      Alamat                           : Jl. Pembangunan 120
      Motto                            :


      "Usaha yang total sama dengan kemenangan yang total"

      No comments:

      Post a Comment

      AdSense