The stranded octopus
atau dalam bahasa Indonesia berarti gurita yang terdampar ini merupakan
transformasi bentuk dari seekor gurita yang diwujudkan dalam bentuk sebuah
bangunan. Mengapa dikatakan The stranded octopus? Ini dikarenakan letak
bangunan itu sendiri yang berlokasi di daerah dataran tinggi yang berada jauh
dari habitat gurita it sendiri.
Bagian
atap dari bangunan ini memiliki atap berbentuk kbah yang umumnya bnyak
digunakan untuk tempat beribadah di Indonesia seperti mesjid dan gereja. Bentuk
atap kubah yang terbuat dari kaca pada bangunan ini dimaksudkan agar sinar
matahari dapat masuk secara optimal sehingga dapat mengurangi pemakaian listrik
dan menyerap panas yang cukup, seperti yang kita ketahui suhu di dataran tinggi
lebih rendah daripada di dataran rendah.
Bentuk
gurita yang memiliki empat pasang tentakel diaplikasikan dalam bentuk dua
balkon dan dua ruang baca yang apabila dilihat dari atas membentk huruf X. Pada
bagian atap ruang baca terdapat panel surya agar dapat menyimpan listrik pada
siang hari dan dapat digunakan pada malam hari sehingga pnggunaan listrik dapat
diminimalisir dan tentuya dapat menghemat anggaran belanja rumah tangga.
Tanaman
yang ada di sekitar bangunan khususnya garasi dimaksudkan agar mampumenyerap
karbon dioksida yang dihasilkan kendaraan bermotor sehigga tidak terjadi
pencemaran udara.
Rumah
ini mengusung prinsip green living agar mampu memenuhi konsep merancang sebuah
bangunan yaitu kenyamanan dan kebutuhan.
MAKET
By : Mirza Akbar
Nama Lengkap: Mirza Akbar Nasution
Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 30 oktober 1993
Hobi: Menggambar
Email: MirzaakbarN@gmail.com
Nama Lengkap: Mirza Akbar Nasution
Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 30 oktober 1993
Hobi: Menggambar
Email: MirzaakbarN@gmail.com













No comments:
Post a Comment