Dalam tugas kali ini, Pak Rudolf memberikan kami sebuah tugas besar yaitu
proyek “Dream House”, di mana perancang diminta untuk merancang sebuah rumah
impian. Jujur dalam hal merancang sesuatu, saya masih kurang. Oleh karena itu,
begitu mendapat tugas besar ini saya langsung bingung. Saya harus bagaimana?
Apa yang harus saya rancang? Ternyata bukan saya saja yang kewalahan,
teman-teman yang lain pun juga pada bingung harus buat apa.
Pada awalnya, saya salah paham dalam merancang sebuah rumah impian. Saya
merancang sebuah bangunan yang akan menjadi tempat tinggal saya suatu saat
nanti, dengan merancang sebuah rumah biasa namun terdapat perbedaannya. Saya
membuat rumah dengan bentuk dasar segitiga. Karena saya juga memikirkan cara
membuat maketnya. Tetapi, pada saat saya asistensi dengan Pak Rudolf, saya kaget karena
ternyata yang diinginkan oleh Pak Rudolf adalah merancang Dream House dengan
“Crazy Idea”(ide yang gila).
Dengan melihat rancangan saya, Pak Rudolf memberikan sebuah inspirasi
yaitu bagaimana saya merancang suatu rumah yang unik dengan menggunakan
segitiga sebagai bentuk dasarnya. Bingungnya bukan main memikirkan rumah dari
segitiga. Saya sempat merancangnya dengan bentuk “Wajah Boneka Kayu”. Namun
atas saran teman saya, saya mengubahnya dengan bentuk “Rumput”.
Seperti yang kita ketahui, rumput merupakan sejenis tanaman liar yang
tumbuh di mana saja baik di halaman rumah, pinggir jalan, atau lapangan, sehingga
banyak pemilik rumah yang memangkasnya atau membiarkannya di sekitar halaman rumah agar terlihat lebih natural (alami).
Namun, apa yang akan terjadi jika rumput menjadi sebuah bangunan untuk
kita huni? Dengan pikiran gila, saya ingin mewujudkan suatu ide gila untuk
merancang sebuah bangunan yang tanpa memikirkan bagaimana hasil akhirnya yang
dibuat dalam bentuk sebuah maket.
Dan selang berapa lama kemudian, saya akhirnya dapat menyelesaikan tugas
besar saya dengan baik.
MAKET
By : Chronika Dwina Sitorus

No comments:
Post a Comment