Sunday, July 1, 2012

TROPICAD HOUSE


KONSEP DAN PROSES PEMBUATAN MAKET

1.     KONSEP DAN PROSES PEMBUATAN MAKET LANTAI 1.
Beginilah konsep dan pembentukan maket lantai I. Pada awalnya saya mendapatkan inspirasi dari bentuk bulan sabit, dari situlah muncul ide untuk membuat maket rumah yang berbentuk bulan sabit, tapi biar ada variasinya, bentuk bulan sabit tersebut saya bagi dua dengan cara melintang. Ini karena point-point tugas yang diwajibkan untuk membuat maket haruslah mengandung unsur crazy, unik dan gak biasa-biasa saja.
Bentuk dasar dari bulan sabit ini adalah bulat, kemudian dicoak sampai mendapatkan bentuk yang menyerupai bulan sabit, tapi bentuk tersebut telah saya bagi menjadi dua bagian secara melintang. Mengapa bentuk maket ini saya katakana menyerupai bulan sabit, dan saya tidak katakana bahwa maket ini berbentuk bulan sabit ?, karena  di setiap ujung maket ini tidak berbentuk lancip layaknya bentuk bulan sabit, tetapi saya buat variasi bentuk di setiap ujungnya, yaitu berbentuk rata. Dengan tujuan agar di sisi tersebut dapat memudahkan untuk membuat  akses untuk keluar masuknya penghuni serta dapat dijadikan sebagai tempat sirkulasi udara, jadi ruangan terasa luas dan sejuk, sehingga penghuni dari rumah tersebut mendapatkan kenyaman.
Rumah dengan bentuk menyerupai bentuk bulan sabit yang sudah saya bagi dua dengan melintang ini sangat bermanfaat jika di bangun dilahan yang sedikit lebih sempit dibanding lahan perumahan pada umumnya, misalnya di daerah kota yang lahannya mahal-mahal, jadi bias lebih menghemat dalam budget pembuatan rumah. Ini dikarenakan bentuknya yang menyerong sehingga lahan untuk rumah ini pun dapat kita minimalisir.
Kemudian saya desain bentuk rumah ini layaknya rumah kaca, karena rumah ini bernuansa ramah lingkungan yang tidak biasa-biasa saja, dengan berani saya membuat atap  rumah ini dengan kaca. Kaca ini memiliki sistem panel surya, jadi ketika panas teriknya matahari menyinari atap ini, atap kaca ini akan menyerap dan menyimpan panas dari matahari ini, kemudian jika dating cuaca dingin, atap ini akan dapat secara otomatis mengeluarkan kehangatan kedalam ruangan di rumah ini. Jadi, manfaatnya atap kaca ini sangat dapat dirasakan oleh penghuni rumah, misalnya: ketika panasnya terik matahari menyinari rumah ini, penghuni rumah ini tidak kepanasan, dan ketika cuaca dingin berlangsung atap kaca tersebut akan dapat mengeluarkan kehangatan didalam ruang rumah ini. Di lantai I ini hanya untuk tempat ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.
Jika kita melihat dari fasad, dinding bagian kanan rumah ini saya buat bukaan-bukaan lebar berupa barisan jendela dengan kaca yang berbidang persegi yang berukuran 2m X 2m, ini saya terapkan karena saya ingin meskipun penghuni rumah berada didalam ruangan tetapi penghuni rumah dapat tetap merasakan suasana alam dan dapat menikmatinya, seolah-olah alam tidak hanya ada diluar rumah tetapi didalam rumah pun suasananya dapat dinikmati oleh penghuni rumah. Kemudian di sisi belakang rumah sengaja saya tidak buat dinding penyekat, agar ketika penghuni melakukan aktivitas makan, penghuni terasa sejuk dan seolah-olah penghuni melakukan aktivitas memasak dan makan di alam terbuka, konsep ini pun berguna bagi kesehatan, karena penghuni bisa meminimalisir penggunaan AC (Air Conditioner). Inilah salah satu yang disebut dengan “manipulasi” bentuk pada ruang dan bangunan.
Dari segi pewarnaan dinding, saya membuat sentuhan warna cerah pada setiap dinding, yaitu warna putih. Dengan tujuan agar rumah ini memiliki kesan yang bersih dan ramah lingkungan. Dibeberapa sudut dinding rumah saya tambahkan bahan kayu, yang membuat kesan tropis dan alami lebih terasa dibagian eksteriornya. Ini lebih mempertegas tema dari rumah ini sendiri, yaitu “TROPICAL”.
Bahan bangunan dari dinding rumah ini adalah kayu jati yang sudah dipernis dan dicat putih secara berulang kali untuk mendapatkan hasil warna yang maksimal. Saya memilih kayu jati karena kembali lagi saya ingin lebih merasakan suasana kealaman dan tropis dirumah impian saya. Kayu jati juga memiliki kekuatan yang kokoh dan tahan lama. Oleh sebab itu, kualitas dari kayu jati ini tidak diragukan lagi.

2.     KONSEP DAN PROSES PEMBENTUKAN LANTAI II
Kemudian kita beranjak ke lantai II, Bentuk dari bangunan lantai II ini saya ambil konsepnya dari bentuk persegi yang dicoak, sehingga mendaptkan bentuk trapesium. Bentuk ini saya pilih karena bentuk ini simple dan meskipun simple tetap tidak monoton bentuknya. Ada sebuah irama atau permainan bentuk dibangunan ini jika kita lihat dari tampak atas.
Di lantai II ini juga saya berikan sentuhan warna putih di setiap dinding agar seirama dengan lantai I, selain itu karena nilai kebersihan dari bangunan ini tetap terlihat juga di lantai II. Bangunan lantai II ini saya buat fungsinya sebagai tempat dari kamar tidur utama, kamar tidur anak dan ruang santai keluarga.
Saya membuat bukaan-bukaan yang lebar berupa jendela yang berukuran 7m x 3m di bagian fasad di lantai II ini. Agar ruangan di lantai II ini terasa luas.
Bahan bangunan di lantai II ini juga terbuat dari kayu jati yang dipernis dan dicat warna putih berulang kali agar mendapatkan hasil yang maksimal seperti bangunan lantai I agar keserasian tetap terjaga.
Ukurn bangunan lantai II ini lebih kecil dibandingkan dengan ukuran bangunan lantai I, agar tidak monoton. Kemudian penyangga dari bangunan lantai II ini terdiri dari beberapa batang kayu jati di setiap sudut dari bangunan lantai II ini.
Dibagian bawah lantai II ini saya buat sebagai tempat garasi mobil, agar di setiap ruang di tempat ini dapat berfungsi, tidak dibiarkan kosong.

MAKET


By : Phillip Sembiring 110406096

No comments:

Post a Comment

AdSense