KONSEP
DAN PROSES PEMBUATAN MAKET
Beginilah konsep dan pembentukan maket lantai I. Pada
awalnya saya mendapatkan inspirasi dari bentuk bulan sabit, dari situlah muncul
ide untuk membuat maket rumah yang berbentuk bulan sabit, tapi biar ada
variasinya, bentuk bulan sabit tersebut saya bagi dua dengan cara melintang.
Ini karena point-point tugas yang diwajibkan untuk membuat maket haruslah
mengandung unsur crazy, unik dan gak biasa-biasa saja.
Bentuk dasar dari bulan sabit ini adalah bulat,
kemudian dicoak sampai mendapatkan bentuk yang menyerupai bulan sabit, tapi
bentuk tersebut telah saya bagi menjadi dua bagian secara melintang. Mengapa
bentuk maket ini saya katakana menyerupai bulan sabit, dan saya tidak katakana
bahwa maket ini berbentuk bulan sabit ?, karena
di setiap ujung maket ini tidak berbentuk lancip layaknya bentuk bulan
sabit, tetapi saya buat variasi bentuk di setiap ujungnya, yaitu berbentuk
rata. Dengan tujuan agar di sisi tersebut dapat memudahkan untuk membuat akses untuk keluar masuknya penghuni serta
dapat dijadikan sebagai tempat sirkulasi udara, jadi ruangan terasa luas dan
sejuk, sehingga penghuni dari rumah tersebut mendapatkan kenyaman.
Rumah dengan bentuk menyerupai bentuk bulan sabit
yang sudah saya bagi dua dengan melintang ini sangat bermanfaat jika di bangun
dilahan yang sedikit lebih sempit dibanding lahan perumahan pada umumnya,
misalnya di daerah kota yang lahannya mahal-mahal, jadi bias lebih menghemat
dalam budget pembuatan rumah. Ini dikarenakan bentuknya yang menyerong sehingga
lahan untuk rumah ini pun dapat kita minimalisir.
Kemudian saya desain bentuk rumah ini layaknya rumah
kaca, karena rumah ini bernuansa ramah lingkungan yang tidak biasa-biasa saja,
dengan berani saya membuat atap rumah
ini dengan kaca. Kaca ini memiliki sistem panel surya, jadi ketika panas
teriknya matahari menyinari atap ini, atap kaca ini akan menyerap dan menyimpan
panas dari matahari ini, kemudian jika dating cuaca dingin, atap ini akan dapat
secara otomatis mengeluarkan kehangatan kedalam ruangan di rumah ini. Jadi,
manfaatnya atap kaca ini sangat dapat dirasakan oleh penghuni rumah, misalnya:
ketika panasnya terik matahari menyinari rumah ini, penghuni rumah ini tidak
kepanasan, dan ketika cuaca dingin berlangsung atap kaca tersebut akan dapat
mengeluarkan kehangatan didalam ruang rumah ini. Di lantai I ini hanya untuk
tempat ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.
Jika kita melihat dari fasad, dinding bagian kanan
rumah ini saya buat bukaan-bukaan lebar berupa barisan jendela dengan kaca yang
berbidang persegi yang berukuran 2m X 2m, ini saya terapkan karena saya ingin
meskipun penghuni rumah berada didalam ruangan tetapi penghuni rumah dapat
tetap merasakan suasana alam dan dapat menikmatinya, seolah-olah alam tidak
hanya ada diluar rumah tetapi didalam rumah pun suasananya dapat dinikmati oleh
penghuni rumah. Kemudian di sisi belakang rumah sengaja saya tidak buat dinding
penyekat, agar ketika penghuni melakukan aktivitas makan, penghuni terasa sejuk
dan seolah-olah penghuni melakukan aktivitas memasak dan makan di alam terbuka,
konsep ini pun berguna bagi kesehatan, karena penghuni bisa meminimalisir penggunaan
AC (Air Conditioner). Inilah salah satu yang disebut dengan “manipulasi” bentuk
pada ruang dan bangunan.
Dari segi pewarnaan dinding, saya membuat sentuhan
warna cerah pada setiap dinding, yaitu warna putih. Dengan tujuan agar rumah
ini memiliki kesan yang bersih dan ramah lingkungan. Dibeberapa sudut dinding rumah
saya tambahkan bahan kayu, yang membuat kesan tropis dan alami lebih terasa
dibagian eksteriornya. Ini lebih mempertegas tema dari rumah ini sendiri, yaitu
“TROPICAL”.
Bahan bangunan dari dinding rumah ini adalah kayu
jati yang sudah dipernis dan dicat putih secara berulang kali untuk mendapatkan
hasil warna yang maksimal. Saya memilih kayu jati karena kembali lagi saya
ingin lebih merasakan suasana kealaman dan tropis dirumah impian saya. Kayu
jati juga memiliki kekuatan yang kokoh dan tahan lama. Oleh sebab itu, kualitas
dari kayu jati ini tidak diragukan lagi.
Kemudian kita beranjak ke lantai II, Bentuk dari
bangunan lantai II ini saya ambil konsepnya dari bentuk persegi yang dicoak,
sehingga mendaptkan bentuk trapesium. Bentuk ini saya pilih karena bentuk ini
simple dan meskipun simple tetap tidak monoton bentuknya. Ada sebuah irama atau
permainan bentuk dibangunan ini jika kita lihat dari tampak atas.
Di lantai II ini juga saya berikan sentuhan warna
putih di setiap dinding agar seirama dengan lantai I, selain itu karena nilai
kebersihan dari bangunan ini tetap terlihat juga di lantai II. Bangunan lantai
II ini saya buat fungsinya sebagai tempat dari kamar tidur utama, kamar tidur
anak dan ruang santai keluarga.
Saya membuat bukaan-bukaan yang lebar berupa jendela
yang berukuran 7m x 3m di bagian fasad di lantai II ini. Agar ruangan di lantai
II ini terasa luas.
Bahan bangunan di lantai II ini juga terbuat dari
kayu jati yang dipernis dan dicat warna putih berulang kali agar mendapatkan
hasil yang maksimal seperti bangunan lantai I agar keserasian tetap terjaga.
Ukurn bangunan lantai II ini lebih kecil
dibandingkan dengan ukuran bangunan lantai I, agar tidak monoton. Kemudian
penyangga dari bangunan lantai II ini terdiri dari beberapa batang kayu jati di
setiap sudut dari bangunan lantai II ini.
Dibagian bawah lantai II ini saya buat sebagai
tempat garasi mobil, agar di setiap ruang di tempat ini dapat berfungsi, tidak
dibiarkan kosong.
MAKET
By : Phillip Sembiring 110406096



No comments:
Post a Comment