Friday, July 13, 2012

RUMAH BLANGKON

KONSEP AWAL


Blangkon, sejenis penutup kepala yang berasal dari daerah Jawa berbaha dasar kain yang bermotif batik. Blangkon biasanya digunakan oleh masyarakat Jawa dan digunakan dalam acara-acara tertentu. Namun, apa yang akan terjadi ketika blangkon diubah menjadi wujud sebuah bangunan?
Saya adalah orang yang sangat mencintai budaya Indonesia terutama budaya daerah Solo (tempat asal saya). Ketika saya menjadi masyarakat perantau (bersama keluarga), rasa rindu akan kampung halaman dangat  sering saya rasakan. Oleh karenanya, saya ingin mempunyai rumah dengan nuansa Jawa yang kental sehingga dapat mengurangi rasa rindu pada kampung halaman. Dan balngkon Solo inilah yang menjadi inspirasi saya untuk mmengeksplorasi ide dalam menciptakan sesuatu yang berbesa dan belum pernah ada sebelumnya. Setidaknya, menurut saya  arsitektur lokal tidak hanya diwujudkan dalam bangunan asli daerahnya tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk modifikasi benda-benda khas daerah tersebut. Dengan demikian, saya sebagai calon arsitek secara tidak langsung dapat turut membantu dalam melestarikan benda budaya karya asli bangsa  Indonesia.

Namun, apa yang dapat dilakukan untuk mengubah blangkon menjadi wujud sebuah bangunan? Bagaimana pengaturan tata ruang yang paling mungkin dapat dibuat mengingat bentukan dasar blangkon adalah bangun setengah bola? Bagaimana proses perwujudan ide tetap berlangsung tanpa memikirkan hasil akhirnya?

PROSES PEMBENTUKAN


Proses pembentukan dasar dari “rumah blangkon ini adalah dari bangun setengah bola yang ditambah dengan bangun silinder pipih yang diletakkan di bawahnya untuk menambah keseimbangan.


By : NOVITA ANDANWURI KHUMAIROH (110406052)

No comments:

Post a Comment

AdSense